SINAR24.COM — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia meminta KBRI Singapura mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja terampil di negara itu. Permintaan disampaikan Wakil Menteri Christina Aryani dalam pertemuan dengan Dubes Hotmangaradja Pandjaitan, Selasa (15/9), sebagai persiapan pelatihan sebelum penempatan.
Menurut Christina, informasi soal kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan penting agar kompetensi calon pekerja bisa disiapkan sejak dari Indonesia. "Kami berharap Bapak Dubes beserta jajaran KBRI Singapura dapat terus menjajaki peluang kerja terampil di Singapura," ujarnya dalam keterangan, Rabu.
Kebutuhan Kompetensi Dipetakan Sebelum Penempatan
Christina menjelaskan, langkah ini mengikuti pendekatan demand driven dalam program SMK Go Global yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut menyiapkan sumber daya manusia berdasarkan kebutuhan pasar kerja, sehingga pelatihan di dalam negeri disesuaikan dengan permintaan negara tujuan maupun dunia usaha.
"Tidak hanya berbicara mengenai pembukaan pasar, tetapi juga memastikan tenaga kerja yang kita kirim benar-benar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan," katanya.
Dengan kompetensi yang cocok, proses penempatan diharapkan berjalan lebih lancar dan memberi manfaat bagi pekerja migran maupun negara tujuan.
Pendampingan Hukum bagi PMI Bermasalah
Pertemuan juga membahas kondisi umum pekerja migran Indonesia di Singapura dan penguatan pelindungan bagi mereka yang menghadapi masalah hukum. Christina secara khusus meminta KBRI mendampingi dan memantau proses hukum seorang PMI bernama Maria Ingrid Seran.
"Kami berharap KBRI terus hadir memberikan pendampingan kepada pekerja migran yang menghadapi persoalan hukum," tegasnya.
Pelindungan, lanjut Christina, harus menyeluruh, termasuk memastikan pekerja mendapat akses bantuan dan proses hukum yang diperlukan.
Staf Teknis Ketenagakerjaan Pertama di KBRI Singapura
Kementerian P2MI untuk pertama kalinya akan menempatkan staf teknis ketenagakerjaan di KBRI Singapura. Penempatan itu bertujuan memperkuat koordinasi dan penanganan kasus di lapangan.
Christina berharap staf teknis tersebut dapat bersinergi dengan jajaran KBRI demi mengoptimalkan pelayanan dan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia. Singapura menjadi salah satu negara tujuan utama PMI, khususnya untuk sektor kerja terampil yang selama ini masih didominasi tenaga dari negara lain.