KNKT Investigasi Karamnya KM Virgo, Kopaska-Dislambair Amankan Bukti

Kamis, 17 September 2026 | 02:41:01 WIB

SINAR24.COM — Tim penyelam Kopaska dan Dislambair TNI AL mengamankan sejumlah barang bukti dari badan KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, Rabu (16/9). Temuan pada operasi hari keempat itu diserahkan untuk mendukung investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengetahui kondisi kapal pascakecelakaan. Hingga Rabu malam, 129 dari 243 orang dalam manifes masih belum ditemukan.

Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra menyatakan temuan itu bakal dipakai KNKT untuk menelusuri kondisi kapal setelah kecelakaan. Tim penyelam mendokumentasikan dan mengamankan setiap bukti sesuai prosedur.

Barang Bukti Diserahkan ke KNKT

Galih menyebut penemuan barang bukti menjadi bagian dari operasi pencarian hari keempat. Menurut dia, investigasi KNKT bertujuan mengetahui apa yang terjadi pada kapal sebelum tenggelam.

"Temuan tersebut akan menjadi bahan bagi KNKT dalam proses investigasi untuk mengetahui kondisi kapal setelah mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan Masalembo," ujarnya.

Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban dengan memperluas penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Fokus operasi tetap pada upaya menemukan penumpang yang belum terdata.

129 Orang Masih Belum Ditemukan

KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang saat berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin sejak 12 September 2026. Kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk dan hilang kontak sebelum ditemukan terbalik pada 13 September 2026 pukul 02.00 Wita.

Hingga Rabu pukul 22.00 Wita, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengonfirmasi 114 korban telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.

Dari total 243 orang dalam manifes, 129 orang masih dalam pencarian. Angka itu menjadi acuan tim SAR gabungan untuk menentukan luas area penyisiran berikutnya.

Cuaca Buruk dan Hilang Kontak Sebelum Terbalik

Kronologi yang dihimpun menyebut kapal sempat kehilangan kontak setelah diterjang cuaca buruk di Laut Jawa. Kapal kemudian ditemukan dalam posisi terbalik di perairan Masalembo.

Kondisi badan kapal yang terbalik menyulitkan tim penyelam menjangkau sejumlah ruang di dalamnya. Karena itu, operasi penyelaman dilakukan bertahap dengan memperhatikan keselamatan personel.

Basarnas bersama tim SAR gabungan belum merinci berapa lama operasi pencarian akan dilanjutkan. Perluasan area penyisiran akan disesuaikan dengan kondisi cuaca dan hasil penyelaman.

Dampak bagi Keluarga Penumpang

Kepastian jumlah korban menjadi perhatian utama keluarga penumpang yang menunggu di titik kedatangan. Data manifes 243 orang menjadi dasar pencocokan identitas korban yang telah ditemukan.

Proses identifikasi dan pendataan korban terus berjalan seiring bertambahnya temuan di lapangan. Pemerintah daerah diminta menyiapkan layanan pendampingan bagi keluarga korban.

Investigasi KNKT diharapkan memberi gambaran soal penyebab kecelakaan, termasuk pengaruh cuaca ekstrem terhadap kapal. Hasilnya juga bakal menjadi acuan evaluasi keselamatan pelayaran di rute Surabaya-Banjarmasin.

Terkini