Optimisme Pasar Saham Menguat di Tengah Tren Positif

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:42 WIB
Optimisme Pasar Saham Menguat di Tengah Tren Positif

JAKARTA - Pembukaan perdagangan pasar saham menunjukkan nuansa optimisme yang cukup kuat di kalangan pelaku pasar. 

Indeks harga saham gabungan diperkirakan melanjutkan tren penguatan dengan pergerakan yang stabil dalam kisaran 7.970 hingga 8.068. Proyeksi tersebut mencerminkan keyakinan investor terhadap kesinambungan sentimen positif yang telah terbentuk sebelumnya.

Secara teknikal, pola pergerakan indeks memperlihatkan sinyal yang mendukung kelanjutan reli. Candle terakhir membentuk pola bullish yang mendekati garis rata-rata pergerakan jangka pendek serta diperkuat oleh indikator Stochastic golden cross. Dengan kondisi ini, arah pergerakan indeks dinilai masih memiliki ruang untuk bergerak naik secara bertahap.

Optimisme tersebut tidak hanya bertumpu pada faktor teknikal semata, tetapi juga pada suasana pasar global yang relatif kondusif. Penguatan indeks utama di bursa Amerika Serikat menjadi salah satu pemicu utama sentimen positif. Kondisi ini memberi dorongan psikologis bagi investor domestik untuk tetap aktif di pasar saham.

Pengaruh Sentimen Global dan Regional

Pergerakan bursa global memberikan kontribusi penting terhadap persepsi risiko investor. Bursa saham Amerika Serikat ditutup mayoritas menguat, mencerminkan pulihnya minat beli setelah tekanan sebelumnya. Pemulihan sektor teknologi menjadi katalis utama yang mendorong perbaikan sentimen tersebut.

Dampak positif dari pasar global juga terasa di kawasan Asia. Sejumlah indeks utama di kawasan ini dibuka menguat dengan kenaikan signifikan, mencerminkan respons positif terhadap kondisi global. Indeks Nikkei tercatat menguat sebesar 3,89 persen, sementara indeks Kospi naik 4,10 persen.

Kondisi regional yang solid ini memperkuat keyakinan bahwa aliran sentimen positif masih akan berlanjut. Investor melihat adanya kesinambungan antara perbaikan global dan potensi pertumbuhan pasar domestik. Hal ini menjadi landasan bagi ekspektasi penguatan indeks dalam jangka pendek.

Saham Pilihan dan Rekomendasi Perdagangan

Di tengah peluang penguatan indeks, sejumlah saham dinilai menarik untuk dicermati. Saham ANTM direkomendasikan untuk dibeli dengan target harga Rp 4.400. Rekomendasi ini didasarkan pada kombinasi faktor teknikal dan sentimen komoditas yang mendukung.

Selain itu, saham PSAB juga masuk dalam daftar pilihan dengan target harga Rp 570. Saham DEWA turut direkomendasikan beli dengan target harga yang sama, yakni Rp 570. Sementara itu, saham SGER dinilai memiliki potensi kenaikan dengan target harga Rp 535.

Pemilihan saham-saham tersebut mencerminkan pendekatan selektif terhadap peluang pasar. Investor diharapkan tetap memperhatikan manajemen risiko dalam setiap keputusan transaksi. Strategi beli bertahap dinilai relevan untuk memanfaatkan volatilitas jangka pendek.

Kinerja Penutupan dan Sektor Pendukung

Pada perdagangan sebelumnya, indeks ditutup menguat signifikan dengan kenaikan 96,61 poin atau 1,22 persen. Penguatan ini membawa indeks kembali ke atas level psikologis 8.031. Kenaikan tersebut ditopang oleh mayoritas saham berkapitalisasi besar yang bergerak positif.

Beberapa saham mencatatkan kinerja menonjol dengan kenaikan harga yang signifikan. Saham EMAS melambung 15,38 persen ke level tertinggi baru di Rp 7.500. Saham DSSA menguat 8,87 persen menjadi Rp 92.950, sementara DCII naik 3,59 persen ke Rp 226.400.

Dari sisi sektoral, sektor material dasar menjadi penopang utama dengan kenaikan 4,41 persen. Sektor energi menguat 2,92 persen, diikuti sektor consumer primer 2,06 persen dan infrastruktur 1,23 persen. Sektor consumer non primer naik 1,53 persen, sektor teknologi menguat 0,81 persen, sementara sektor kesehatan dan keuangan berada di zona merah.

Lonjakan Saham dan Gambaran Pasar

Selain saham berkapitalisasi besar, pergerakan saham lapis kedua dan ketiga juga menarik perhatian. Empat saham mencatatkan kenaikan harga tertinggi hingga menyentuh batas auto reject atas. Saham PURI menguat 34,50 persen menjadi Rp 230, sementara YELO naik 33,82 persen ke Rp 91.

Saham IFSH turut mencatatkan lonjakan signifikan dengan kenaikan 24,63 persen menjadi Rp 1.265. Saham LINK melesat 24,73 persen hingga mencapai Rp 2.270. Lonjakan ini mencerminkan tingginya minat spekulatif di sejumlah saham tertentu.

Meski tidak menyentuh auto reject atas, saham BUVA juga mencatatkan kenaikan tajam. Harga saham tersebut melesat 22,16 persen menjadi Rp 1.130. Secara keseluruhan, pergerakan ini menggambarkan pasar yang sedang berada dalam fase optimisme dengan partisipasi investor yang aktif.

Terkini

BULOG Luncurkan Asuransi Pertanian Demi Petani Tangguh

Selasa, 10 Februari 2026 | 23:37:31 WIB

Transformasi Digital Asuransi Dorong Manfaat Maksimal

Selasa, 10 Februari 2026 | 23:37:31 WIB

BCA Raih Sertifikasi Internasional untuk Keamanan Digital

Selasa, 10 Februari 2026 | 23:37:30 WIB

BCA Tetap Ekspansi Cabang di Tengah Digitalisasi

Selasa, 10 Februari 2026 | 23:37:30 WIB

BRI Perkuat KUR Perumahan untuk Akses Pembiayaan

Selasa, 10 Februari 2026 | 23:37:29 WIB