Penyeberangan TAA Percepat Akses Pulau Bangka

Rabu, 11 Februari 2026 | 10:42:15 WIB
Penyeberangan TAA Percepat Akses Pulau Bangka

JAKARTA - Arus mobilitas antarpulau di wilayah barat Indonesia terus meningkat seiring kebutuhan logistik dan perjalanan masyarakat. 

Pelabuhan Tanjung Api Api hadir sebagai simpul penting yang memperkuat konektivitas laut Sumatra Selatan dengan Pulau Bangka. Perannya kini menjadi fondasi penghubung yang krusial bagi pergerakan orang dan barang.

Pelabuhan Tanjung Api api menjadi pelabuhan terbesar di Sumatra Selatan. Pelabuhan ini menjadi salah satu akses penghubung Pulau Sumatra di wilayah Sumsel dengan Pulau Bangka. Keberadaannya menopang aktivitas ekonomi dan pariwisata lintas wilayah.

Berada di Pantai Timur Sumatra, pelabuhan Tanjung Api api menghadap langsung ke Selat Bangka. Lokasi ini memberi keuntungan strategis bagi rute penyeberangan antarpulau. Pelabuhan tersebut masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Banyuasin.

Pola Operasional dan Kesiapan Armada

Tingginya permintaan penyeberangan mendorong pengelola pelabuhan menyiapkan pola layanan yang teratur. Frekuensi keberangkatan diatur agar arus penumpang tetap lancar. Kesiapan armada menjadi kunci menjaga kelancaran mobilitas harian.

Keberangkatan kapal feri dari Pelabuhan Tanjung Api api menuju Muntok, Bangka Belitung, dijadwalkan setiap dua jam sekali. Pada Rabu, 11 Februari, sepuluh armada disiapkan untuk mengakomodasi peningkatan mobilitas warga dan wisatawan. Pola ini memberi kepastian waktu bagi pengguna jasa penyeberangan.

Daftar penyeberangan mencakup jadwal 07.00 WIB Garda Maritim 5, 09.00 WIB Belanak, dan 11.00 WIB Dharma Kartika I. Keberangkatan dilanjutkan 13.00 WIB Mutiara Pertiwi III, 15.00 WIB Gunsa 8, dan 17.00 WIB Madani. Armada berikutnya beroperasi 19.00 WIB Wira Camelia, 21.00 WIB Dharma Kosala, serta 00.00 WIB Dharma Kartika VIII.

Dinamika Jadwal dan Faktor Keselamatan

Kelancaran penyeberangan tidak terlepas dari kondisi alam di perairan Selat Bangka. Faktor cuaca dan gelombang dapat memengaruhi ketepatan jadwal. Antisipasi perubahan menjadi bagian dari pengelolaan operasional.

Pihak pelabuhan mengingatkan bahwa perubahan jadwal keberangkatan bisa terjadi sewaktu-waktu. Penyesuaian umumnya dipengaruhi oleh cuaca buruk atau gelombang tinggi di wilayah perairan Selat Bangka. Imbauan ini bertujuan menjaga keselamatan seluruh pengguna jasa.

Koordinasi antara petugas pelabuhan dan operator kapal menjadi penting dalam situasi tersebut. Informasi terkini membantu penumpang menyesuaikan rencana perjalanan. Kesiapan ini menjaga kepercayaan publik terhadap layanan penyeberangan.

Struktur Tarif Penumpang dan Kendaraan

Tarif penyeberangan disusun berdasarkan kategori penumpang dan jenis kendaraan. Skema ini memberi kepastian biaya bagi pengguna jasa. Penetapan tarif juga mencerminkan kapasitas muatan tiap golongan.

Harga tiket penumpang dewasa ditetapkan sebesar 58.100, sedangkan bayi usia 0–2 tahun sebesar 7.400. Golongan 1 sepeda sebesar 74.500, golongan 2 sepeda motor di bawah 500 cc sebesar 138.000, dan golongan 3 sepeda motor di atas 500 cc sebesar 231.600. Skema ini mengakomodasi kebutuhan pengguna roda dua.

Untuk kendaraan roda empat dan lebih besar, tarif golongan 4 mobil penumpang sebesar 1.051.200 dan mobil barang 912.221. Golongan 5 mobil besar penumpang sebesar 1.864.200 dan mobil besar barang 1.700.200.

Sementara golongan 6 bus penumpang sebesar 3.045.500 dan kendaraan barang besar 2.599.200. Golongan 7 kendaraan panjang 10–12 meter sebesar 3.093.500, golongan 8 lebih dari 12 meter sebesar 4.454.800, serta golongan 9 lebih dari 16 meter sebesar 6.125.000.

Transformasi Pelabuhan dan Efisiensi Waktu

Perkembangan Pelabuhan Tanjung Api Api tidak terlepas dari kebutuhan akan jalur penyeberangan yang lebih efisien. Perubahan lokasi pelabuhan membawa dampak signifikan pada durasi perjalanan. Efisiensi ini mendorong meningkatnya minat masyarakat menggunakan jalur laut.

Pelabuhan Tanjung Api api kini menjadi pilihan utama masyarakat Sumatra Selatan untuk menyeberang ke Pulau Bangka. Letaknya yang strategis serta waktu tempuh yang lebih singkat menjadikannya sarana transportasi laut yang efisien, terutama saat musim libur. Peran ini memperkuat konektivitas regional.

Sejak mulai beroperasi penuh pada 2007, pelabuhan ini menggantikan peran pelabuhan lama di kawasan Sungai Musi 35 Ilir, Palembang, yang terkendala sedimentasi dan pasang surut. 

Jika sebelumnya perjalanan ke Muntok memakan waktu hingga 10 jam, kini hanya dibutuhkan sekitar 3–4 jam penyeberangan. Perubahan ini mempertegas nilai strategis Pelabuhan Tanjung Api Api bagi mobilitas antarpulau.

Terkini

Pembenahan Olahraga Jatim Menuju PON 2028

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:45:17 WIB

Tetap Bugar Selama Puasa dengan Olahraga Sehat

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:45:17 WIB

Voli Indonesia Hadapi Tantangan Kontinental Asia

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:45:16 WIB

Kejuaraan Voli U-20 Kalsel Bangkitkan Prestasi Muda

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:45:16 WIB

Drama Menit Akhir Warnai Liga Inggris West Ham vs MU

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:45:16 WIB