ESDM Resmikan Pengiriman Perdana Pipa Gas Dusem

Jumat, 20 Februari 2026 | 13:35:37 WIB
ESDM Resmikan Pengiriman Perdana Pipa Gas Dusem

JAKARTA - Pemerintah mempercepat penguatan jaringan gas nasional melalui pengembangan pipa transmisi yang menghubungkan wilayah strategis di Sumatra. Langkah ini diarahkan untuk memperluas akses energi bagi sektor industri, komersial, dan masyarakat. Integrasi jaringan gas diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi serta kemandirian energi nasional.

Pengiriman perdana pipa proyek transmisi gas Dumai–Sei Mangkei menandai dimulainya fase penting pembangunan infrastruktur gas. Proyek ini dirancang untuk menghubungkan jaringan gas di Sumatra Utara hingga Riau. Integrasi tersebut menjadi fondasi penguatan sistem energi yang lebih merata.

Pemerintah menempatkan proyek ini sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi nasional. Pemanfaatan gas bumi domestik diprioritaskan untuk mendorong efisiensi energi di sektor industri dan komersial. Akses gas yang lebih luas diharapkan mempercepat transformasi energi yang berkelanjutan.

Peran Kebijakan dalam Percepatan Pemanfaatan Gas

Proyek pipa transmisi ini diposisikan sebagai pendorong utama pemanfaatan gas bumi domestik. Kebijakan pengembangan infrastruktur gas diarahkan untuk membuka akses energi ke lebih banyak wilayah. Upaya tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan pada sumber energi yang kurang ramah lingkungan.

“Proyek pipa transmisi Dusem menjadi bagian dari kebijakan diversifikasi energi dan percepatan pemanfaatan gas bumi domestik, khususnya untuk sektor industri dan komersial. Pemerintah masih terus mengupayakan pembangunan infrastruktur pipa transmisi gas bumi dalam upaya merealisasikan kemudahan akses gas dengan menjangkau beberapa wilayah di Indonesia. Pembangunan pipa transmisi gas bumi ini bertujuan memberikan akses energi kepada sektor industri, komersial, dan masyarakat,” ujar Laode.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur gas tidak hanya bersifat teknis. Kebijakan ini juga berorientasi pada pemerataan akses energi bagi berbagai sektor. Dampak jangka panjangnya diharapkan memperkuat daya saing industri nasional.

Skala Investasi dan Rancangan Teknis Proyek

Proyek transmisi gas Dumai–Sei Mangkei memiliki nilai investasi sekitar Rp 6,5 triliun. Kapasitas desainnya mencapai 109,2 juta standar kaki kubik per hari untuk menopang kebutuhan energi kawasan industri. Pembangunan dimulai pada Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada Desember 2027.

Jaringan pipa transmisi ini memiliki panjang sekitar 541,8 kilometer. Infrastruktur dibagi dalam dua segmen yang saling terhubung untuk memastikan aliran gas yang efisien. Pembagian segmen dilakukan guna mempercepat pekerjaan konstruksi di lapangan.

Segmen I membentang dari SKG Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu sepanjang 279,8 kilometer. Segmen II menghubungkan Stasiun Labuhan Batu hingga fasilitas Duri sepanjang 262 kilometer. Rancangan teknis tersebut disiapkan untuk memastikan konektivitas jaringan gas di sepanjang Sumatra.

Progres Konstruksi dan Dukungan Material Dalam Negeri

Pelaksanaan proyek menunjukkan kemajuan yang melampaui target awal. Progres EPC Segmen I telah mencapai 12,447 persen dari target 7,638 persen. Segmen II juga mencatat capaian 12,061 persen dari rencana 10,295 persen.

Seluruh pipa yang digunakan merupakan produksi dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri yang signifikan. TKDN EPC pada Segmen I tercatat sebesar 60,9 persen. TKDN EPC pada Segmen II mencapai 62,49 persen sebagai bentuk penguatan industri nasional.

Distribusi material menjadi faktor penting dalam percepatan pekerjaan. Pengiriman pipa batch pertama Segmen I telah dimulai sebanyak 1.900 batang melalui jalur laut. Pengiriman batch pertama Segmen II dijadwalkan dengan kapasitas sekitar 130 batang per hari melalui jalur darat.

Sinergi Pelaksana Proyek dan Dampak Jangka Panjang

Keberhasilan proyek sangat bergantung pada kolaborasi para pelaksana di lapangan. Sinergi antarpihak dinilai krusial untuk menjaga ketepatan waktu penyelesaian. Koordinasi yang solid diharapkan meminimalkan hambatan teknis selama konstruksi.

Direktur Komersial PT Krakatau Pipe Industries, Rony Yanuardi, menyatakan kesiapan perusahaan mendukung penuh proyek tersebut. Ia menegaskan sinergi dengan para kontraktor menjadi kunci agar proyek berskala besar ini dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat optimal bagi pengembangan industri nasional. Pernyataan ini mencerminkan komitmen industri dalam mendukung agenda pembangunan energi.

Dampak jangka panjang proyek diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional. Integrasi jaringan gas membuka peluang pengembangan kawasan industri baru. Pemanfaatan gas bumi yang lebih luas juga mendorong transisi menuju sistem energi yang lebih bersih.

Terkini