Resep Kreasi Arem-Arem Gurih Tanpa Santan Sehat

Jumat, 20 Februari 2026 | 13:35:38 WIB
Resep Kreasi Arem-Arem Gurih Tanpa Santan Sehat

JAKARTA - Arem-arem merupakan salah satu jajanan tradisional Indonesia yang telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat. 

Hidangan berbahan dasar nasi ini dikenal praktis, mengenyangkan, dan mudah dibawa ke berbagai aktivitas. Kini, arem-arem tanpa santan hadir sebagai pilihan baru yang tetap mempertahankan cita rasa tradisional dengan sentuhan lebih ringan.

Sejarah dan Perkembangan Arem-Arem

Sejak dahulu, arem-arem dikenal sebagai makanan bekal karena bentuknya ringkas dan tahan disimpan dalam waktu tertentu. Proses pembuatannya yang dikukus membuat makanan ini cocok dikonsumsi dalam berbagai kondisi. Seiring waktu, arem-arem berkembang dengan beragam variasi bahan dan teknik pengolahan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pada umumnya, arem-arem tradisional menggunakan santan untuk menghasilkan rasa gurih dan tekstur pulen. Namun, penggunaan santan tidak selalu sesuai bagi semua orang karena alasan kesehatan atau preferensi rasa. Oleh karena itu, variasi arem-arem tanpa santan menjadi alternatif yang menarik tanpa menghilangkan identitas aslinya.

Arem-arem tanpa santan tetap mengandalkan teknik pengolahan yang serupa dengan versi klasik. Perbedaan utamanya terletak pada bahan cairan nasi yang diganti dengan air atau kaldu. Dengan cara ini, rasa tetap kaya dan tekstur nasi tetap terjaga dengan baik.

Bahan Utama Nasi dan Fungsinya

Pemilihan bahan dasar menjadi kunci utama dalam menghasilkan arem-arem tanpa santan yang berkualitas. Beras putih yang digunakan sebaiknya beras dengan tekstur agak pera agar hasil akhirnya tidak terlalu lembek. Air atau kaldu berfungsi sebagai pengganti santan untuk memberikan kelembapan dan rasa gurih alami.

Penambahan daun salam, daun pandan, dan sereh memberikan aroma khas yang memperkaya cita rasa nasi. Rempah-rempah ini membantu menciptakan sensasi tradisional meski tanpa penggunaan santan. Garam digunakan secukupnya untuk menyeimbangkan rasa agar nasi tidak hambar.

Daun pisang berperan penting sebagai pembungkus karena memberikan aroma alami saat proses pengukusan. Selain itu, daun pisang membantu menjaga bentuk dan kelembapan arem-arem. Penggunaan lidi atau tusuk gigi memastikan bungkusan tetap rapi selama proses pemasakan.

Isian Ayam dan Sayuran yang Seimbang

Isian merupakan elemen penting yang menentukan karakter rasa arem-arem. Kombinasi ayam dan sayuran dipilih untuk menghasilkan rasa gurih sekaligus bernutrisi. Daging ayam memberikan protein, sementara sayuran menambah tekstur dan keseimbangan rasa.

Wortel, kentang, dan buncis dipotong kecil agar mudah matang dan menyatu dengan bumbu. Proses menumis bumbu halus hingga harum membantu mengeluarkan aroma rempah yang kuat. Penambahan kecap manis, garam, gula, dan lada menciptakan rasa gurih manis yang khas.

Air ditambahkan secukupnya agar isian matang sempurna dan bumbu meresap dengan baik. Proses memasak dilakukan hingga cairan menyusut agar isian tidak terlalu basah. Daun bawang dimasukkan terakhir untuk menjaga aroma segar pada isian.

Tahapan Membuat Arem-Arem Tanpa Santan

Proses pembuatan diawali dengan menyiapkan isian agar siap digunakan saat nasi selesai dimasak. Setelah isian matang, nasi dimasak hingga setengah matang atau aron bersama bumbu aromatik. Tahap ini penting untuk memastikan nasi dapat menyatu sempurna saat dikukus ulang.

Nasi aron kemudian dibungkus dengan daun pisang bersama isian di bagian tengahnya. Teknik membungkus harus rapi dan padat agar arem-arem tidak mudah terbuka saat dikukus. Setiap bungkusan dikunci dengan lidi agar bentuknya tetap terjaga.

Arem-arem yang sudah dibungkus dikukus hingga matang sempurna. Proses pengukusan ini membuat nasi menjadi pulen dan isian semakin meresap. Setelah matang, arem-arem didinginkan sebelum disajikan agar teksturnya lebih padat.

Variasi Isian dan Tips Ketahanan

Arem-arem tanpa santan dapat dikreasikan dengan berbagai jenis isian sesuai selera. Isian ayam suwir, tempe orek, sayuran, oncom, daging cincang, hingga abon menjadi pilihan yang populer. Setiap variasi memberikan pengalaman rasa yang berbeda namun tetap lezat.

Untuk menjaga kualitas arem-arem, pemilihan beras yang tepat sangat dianjurkan. Nasi yang dimasak setengah matang akan menghasilkan tekstur yang lebih baik setelah dikukus. Selain itu, pengukusan yang cukup lama membantu arem-arem lebih awet dan tidak cepat basi.

Pendinginan sebelum penyimpanan menjadi langkah penting agar uap air tidak terperangkap. Arem-arem sebaiknya disimpan di tempat sejuk dan kering untuk menjaga kesegarannya. Dengan perhatian pada setiap tahap, arem-arem tanpa santan dapat menjadi sajian tradisional yang lezat, sehat, dan tahan lama.

Terkini