Danantara Sebut Transformasi Himbara dan PNM Tunjukkan Hasil Positif, Komisi XI DPR Catat Penguatan Efisiensi

Danantara Sebut Transformasi Himbara dan PNM Tunjukkan Hasil Positif, Komisi XI DPR Catat Penguatan Efisiensi
Komisi XI DPR RI mencatat penguatan efisiensi pada ekosistem Himbara, Pegadaian, dan PNM di bawah konsolidasi aset Danantara pada kuartal pertama 2026.

JAKARTA — Konsolidasi aset negara yang dilakukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai menunjukkan hasil terukur pada sektor jasa keuangan. Komisi XI DPR RI mencatat adanya perbaikan kinerja signifikan pada ekosistem Himbara, Pegadaian, dan PNM sepanjang kuartal pertama 2026, yang menjadi indikator awal keberhasilan transformasi BUMN di bawah payung Danantara.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyebut capaian ini bukan sekadar soal kenaikan laba. Menurutnya, yang lebih penting adalah kualitas pertumbuhan yang terbentuk dari efisiensi operasional dan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Kinerja positif Himbara, Pegadaian, dan PNM pada kuartal pertama 2026 menunjukkan transformasi BUMN Himbara dan UMi yang dijalankan Danantara berada pada jalur yang tepat. Yang kita lihat bukan sekadar peningkatan laba, tetapi juga penguatan efisiensi, kualitas pertumbuhan, dan perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ini adalah indikator penting bahwa transformasi yang dilakukan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan," kata Misbakhun dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Arsitektur Baru Pembiayaan Pembangunan di Luar APBN

Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI, Jailani, menilai gagasan Presiden Prabowo Subianto membentuk Danantara mulai menunjukkan peran strategisnya. Ia memandang lembaga ini bukan sekadar pengelola investasi, melainkan bagian dari arsitektur baru pembangunan ekonomi nasional.

Melalui pengelolaan aset negara yang lebih profesional, pemerintah berupaya memperluas sumber pembiayaan pembangunan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah ini dinilai relevan di tengah tekanan ekonomi global yang dipicu ketegangan geopolitik, perang dagang, perubahan iklim, disrupsi teknologi, serta pergeseran rantai pasok dunia.

Penguatan Tata Kelola dan Manajemen Risiko Jadi Prioritas

Danantara saat ini tengah memfokuskan pengelolaan aset negara secara terintegrasi untuk mendorong investasi di sektor prioritas nasional. Penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan konsolidasi aset dalam portofolio menjadi perhatian utama agar aset negara dikelola secara optimal dan menghasilkan nilai ekonomi berkelanjutan.

Dengan konsolidasi aset, peningkatan efisiensi, dan perluasan kapasitas investasi, Danantara memiliki posisi penting dalam mendorong transformasi pengelolaan kekayaan negara. Ke depan, lembaga ini diharapkan menjalankan mandat investasi secara profesional, akuntabel, dan terukur untuk menghasilkan imbal hasil sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index