Danantara Targetkan Investasi Rp2.322 Triliun pada 2027, Hilirisasi Jadi Andalan Utama Ciptakan Lapangan Kerja

Danantara Targetkan Investasi Rp2.322 Triliun pada 2027, Hilirisasi Jadi Andalan Utama Ciptakan Lapangan Kerja
Investasi hilirisasi tercatat Rp300,1 triliun pada semester I 2026, menjadi kontributor utama realisasi investasi nasional.

JAKARTA — Target investasi nasional yang dipatok pemerintah untuk 2027 mencapai angka fantastis, Rp2.322 triliun. Angka ini tidak hanya menjadi indikator optimisme, tetapi juga mencerminkan pergeseran strategi ekonomi dari sekadar mengejar pertumbuhan menjadi pembangunan industri jangka panjang.

Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan target tersebut sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang disusun Bappenas. Nilai itu meningkat Rp280,7 triliun dibandingkan target investasi 2026 yang sebesar Rp2.041,3 triliun.

“Sesuai Rencana Kerja Pemerintah untuk 2027, target investasi yang ditargetkan kepada kami oleh Pak Rachmat Pambudy sebagai Ketua Bappenas itu ditargetkan di 2027 adalah Rp2.322 triliun,” ujar Rosan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027.

Hilirisasi Sumbang 29,7 Persen Realisasi Investasi

Data semester I 2026 menempatkan hilirisasi sebagai mesin utama penarik investasi. Sektor ini mencatatkan realisasi Rp300,1 triliun, setara 29,7 persen dari total investasi yang masuk. Nilai tersebut tumbuh 6,9 persen secara tahunan.

Investasi hilirisasi masih didominasi sektor mineral dengan nilai Rp206,5 triliun. Disusul hilirisasi perkebunan dan kehutanan sebesar Rp54,4 triliun, minyak dan gas bumi Rp35,4 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp3,8 triliun.

Kontribusi ini sejalan dengan mandat Danantara yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga dampak ekonomi positif dan penguatan ketahanan nasional.

Konsolidasi Aset BUMN untuk Bangun Industri Mandiri

Strategi Danantara dalam mendorong kemandirian ekonomi tidak lepas dari upaya konsolidasi aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Aset yang dikelola secara terintegrasi diharapkan menjadi lebih produktif dan menghasilkan nilai optimal.

Misi ini diarahkan untuk membangun BUMN yang lebih lincah dan kompetitif. Pengelolaan tidak lagi hanya dilihat dari besarnya aset, melainkan bagaimana aset tersebut mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Kemandirian ekonomi juga tidak bisa dilepaskan dari penguasaan teknologi. Kerja sama dengan mitra global diharapkan tidak sekadar mendatangkan modal, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi serta riset bersama dengan lembaga riset dalam negeri.

Danantara Siapkan Dana Khusus Proyek Strategis Jangka Panjang

Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan rencana pembentukan Danantara Development Management Fund (DDMF) dalam pidatonya di Kompleks Parlemen, Jumat, 14 Agustus 2026. Lembaga ini dirancang untuk membiayai proyek-proyek strategis jangka panjang yang belum dapat dibiayai melalui investasi komersial jangka pendek.

Menariknya, proyek yang dibiayai DDMF dirancang tidak menggunakan dana APBN. Instrumen ini menjadi katalis untuk membangun kapasitas bangsa di sektor-sektor vital yang membutuhkan pendanaan besar dan waktu pengembalian panjang.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa setiap investasi yang dilakukan harus berdampak luas bagi masyarakat.

“Kami berfokus untuk turut membangun industri yang tangguh, membuka lebih banyak peluang, dan mendorong penciptaan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat,” kata Pandu.

Setiap Rupiah Investasi Harus Perbaiki Kualitas Hidup Warga

Pada kuartal II 2026, komponen investasi tumbuh 6,87 persen secara tahunan dan menyumbang sekitar 39 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen. Namun, Danantara menegaskan pertumbuhan ekonomi dan hilirisasi bukanlah tujuan akhir.

“Setiap rupiah investasi harus menciptakan lapangan kerja yang baik, yang berkualitas, sekaligus juga memperbaiki kualitas hidup dari masyarakat kita,” tutur Rosan.

Dengan pendekatan ini, investasi diharapkan mampu memperkuat industri domestik, meningkatkan daya saing, sekaligus mengubah kekuatan sumber daya alam menjadi kapabilitas industri yang lebih mandiri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index