Properti

Indonesia Raih Peluang Strategis Properti di Kota Suci

Indonesia Raih Peluang Strategis Properti di Kota Suci
Indonesia Raih Peluang Strategis Properti di Kota Suci

JAKARTA - Pemerintah Indonesia memperoleh peluang istimewa untuk memiliki properti di dua kota suci Islam, Mekkah dan Madinah. 

Kebijakan ini menandai langkah strategis yang belum pernah diberikan kepada negara lain sebelumnya. Kesempatan tersebut menjadi fondasi penting bagi rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa izin tersebut diberikan langsung oleh Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia. Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan kabar itu saat bertemu tokoh-tokoh agama Islam di Istana Negara. 

Hingga kini, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang memperoleh hak membeli properti di kawasan suci tersebut.

Nasaruddin menegaskan bahwa perubahan kebijakan Arab Saudi terkait kepemilikan aset asing membuka jalan bagi Indonesia. “Kita negara yang pertama diberikan kesempatan untuk membeli properti yang ada di Kota Mekah dan Madinah. 

Tidak ada satu negara pun yang mendapatkan hal seperti ini selain di Indonesia,” ujarnya. Kesempatan ini dipandang sebagai bentuk kepercayaan tinggi terhadap Indonesia.

Properti untuk Mendukung Kebutuhan Jemaah Haji Indonesia

Kebijakan kepemilikan properti tersebut mencakup tanah, hotel, dan aset pendukung lainnya. Seluruh properti direncanakan digunakan untuk melayani kebutuhan jemaah haji asal Indonesia. Langkah ini dinilai penting mengingat besarnya jumlah jemaah Indonesia setiap tahunnya.

Dengan kepemilikan aset sendiri, pemerintah dapat meningkatkan kualitas layanan haji secara berkelanjutan. Pengelolaan fasilitas diharapkan menjadi lebih efisien dan terkoordinasi. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Keberadaan properti milik Indonesia juga memberikan fleksibilitas dalam pengaturan akomodasi. Pemerintah dapat menyesuaikan layanan dengan kebutuhan jemaah tanpa bergantung penuh pada pihak lain. Strategi ini dinilai mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan kenyamanan.

Kampung Haji Indonesia Dekat Masjidil Haram

Kampung Haji Indonesia di Mekkah direncanakan berdiri di atas lahan seluas sekitar 60 hektare. Lokasinya berada pada jarak antara satu hingga tiga kilometer dari Masjidil Haram. Jarak tersebut dinilai ideal untuk mendukung mobilitas jemaah selama beribadah.

“Itu mungkin hampir sekitar 60 hektare nanti, antara 1 sampai 3 kilometer dari Ka'bah,” ucap Nasaruddin. Lokasi strategis ini diharapkan memudahkan akses jemaah menuju pusat ibadah. Perencanaan kawasan dilakukan dengan mempertimbangkan kepadatan dan kenyamanan.

Selain hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi infrastruktur penunjang. Salah satunya adalah terowongan yang terhubung langsung ke Masjidil Haram. “Ini nanti akan ada terowongan yang menghubungkan Masjidil Haram dengan perkampungan Indonesia itu,” ujar Nasaruddin.

Hubungan Diplomatik Jadi Penentu Kepercayaan Saudi

Kesempatan Indonesia membangun Kampung Haji tidak lepas dari hubungan diplomatik yang erat. Presiden Prabowo Subianto disebut memiliki kedekatan dengan pimpinan Arab Saudi. Hubungan tersebut memperkuat kepercayaan dan membuka peluang strategis.

Nasaruddin menjelaskan bahwa kedekatan itu menjadi faktor utama diberikannya izin kepemilikan lahan. “Alhamdulillah karena Bapak Presiden mempunyai hubungan yang dekat dengan Raja, sehingga diberikan kesempatan. Dan kita sudah mendapatkan lahan yang cukup luas,” katanya. Hubungan bilateral dinilai berjalan sangat positif.

Kepercayaan ini mencerminkan posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan. Arab Saudi sebelumnya sangat membatasi kepemilikan asing di kota suci. Kebijakan baru ini menandai babak penting dalam kerja sama kedua negara.

Pembangunan Dimulai dan Hotel Indonesia di Mekkah

Pembangunan Kampung Haji Indonesia direncanakan dimulai pada kuartal IV-2026. Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyatakan sejumlah lahan telah berhasil dibeli. “Pembangunan nanti rencana di kuartal IV-2026,” ujarnya.

Selain lahan, Indonesia juga telah memiliki hotel sendiri di Mekkah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa aset tersebut diperoleh melalui proses bidding. Keberhasilan ini disebut sebagai hasil diplomasi pemerintah.

“Sudah sempat disampaikan juga keberhasilan Pemerintah Republik Indonesia untuk pertama kalinya kita bisa memiliki Kampung Haji di Arab,” kata Prasetyo. Ia menambahkan bahwa kepemilikan hotel ini menjadi yang pertama kalinya diizinkan oleh Arab Saudi. Langkah ini mempertegas posisi Indonesia dalam sejarah pengelolaan haji dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index