JAKARTA - Konektivitas bandara dengan pusat kota menjadi kunci kelancaran mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Layanan bus DAMRI Bandara Internasional Yogyakarta kembali beroperasi pada Jumat, 13 Februari 2026. Kehadiran layanan ini memperluas pilihan transportasi publik yang terjangkau dan praktis.
Bus ini menyediakan akses langsung ke Kota Yogyakarta dan Sleman dengan jadwal keberangkatan rutin setiap 60 menit. Tarif ditetapkan Rp80.000 per penumpang untuk satu kali perjalanan. Skema ini dirancang memudahkan mobilitas masyarakat, wisatawan, serta pelaku perjalanan dinas.
Rute Strategis Menjangkau Titik Penting
Rute operasional terbaru mencakup tujuan strategis seperti Sleman City Hall dan Pool DAMRI Yogyakarta. Layanan juga melayani Terminal Condongcatur, Halte Trans Jogja Gamping, serta Stasiun DAMRI Yogyakarta. Rangkaian rute ini memudahkan penumpang menjangkau pusat ekonomi, permukiman, dan simpul transportasi lanjutan.
Penentuan rute disesuaikan dengan kebutuhan pergerakan harian penumpang. Setiap titik berhenti dipilih untuk mendukung konektivitas kawasan. Pendekatan ini membantu perjalanan menjadi lebih efisien.
Jangkauan rute memperkuat integrasi transportasi wilayah. Penumpang dapat berpindah moda dengan waktu tempuh yang lebih singkat. Kemudahan akses ini mendorong penggunaan angkutan umum.
Jadwal Fleksibel Mengikuti Pola Penerbangan
Jadwal operasional disesuaikan dengan pola pergerakan penerbangan di bandara. Layanan tersedia sejak pagi hingga malam hari untuk menjangkau berbagai kebutuhan perjalanan. Fleksibilitas ini mengakomodasi wisatawan, pekerja harian, maupun penumpang penerbangan malam.
Keberangkatan rutin setiap 60 menit memberikan kepastian waktu bagi penumpang. Kepastian ini membantu perencanaan perjalanan dari dan menuju bandara. Pola keberangkatan yang konsisten mengurangi waktu tunggu.
Pengaturan jadwal yang adaptif memperkecil risiko keterlambatan lanjutan. Penumpang dapat menyesuaikan waktu kedatangan dengan agenda berikutnya. Kenyamanan perjalanan menjadi prioritas layanan.
Konektivitas Antarmoda yang Terintegrasi
Selain mengutamakan kenyamanan dan keamanan, layanan ini memperkuat konektivitas antarmoda transportasi. Penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan Trans Jogja maupun Kereta Bandara YIA Xpress. Integrasi ini mempermudah akses ke pusat Kota Yogyakarta dan wilayah Sleman.
Perpaduan moda mempercepat distribusi penumpang dari bandara. Alur perjalanan menjadi lebih ringkas dan efisien. Integrasi layanan mendukung mobilitas perkotaan yang berkelanjutan.
Konektivitas antarmoda mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Penumpang memiliki alternatif transportasi publik yang andal. Dampaknya terlihat pada efisiensi perjalanan dan pengurangan kepadatan lalu lintas.
Rincian Jadwal Operasional Harian
Bandara YIA–Sleman City Hall beroperasi pukul 07.00–19.00 WIB dengan interval 60 menit. Bandara YIA–Pool DAMRI Yogyakarta beroperasi pukul 08.00–19.00 WIB dengan interval 60 menit. Bandara YIA–Terminal Condongcatur melayani pukul 06.00–19.00 WIB dengan interval 60 menit.
Bandara YIA–Halte Trans Jogja Gamping beroperasi pukul 04.30–15.30 WIB. Bandara YIA–Stasiun DAMRI Yogyakarta melayani pukul 08.00–21.00 WIB dengan interval 60 menit. Pengaturan waktu ini disusun untuk menjangkau kebutuhan penumpang di berbagai jam perjalanan.
Rincian jadwal memberi kepastian bagi perencanaan perjalanan. Penumpang dapat memilih rute sesuai tujuan akhir. Informasi yang jelas memudahkan koordinasi perjalanan lanjutan.
Dampak Positif bagi Mobilitas Daerah
Dengan jadwal teratur dan tarif kompetitif, layanan ini kembali menjadi moda transportasi publik andalan. Kehadiran layanan mendukung kebutuhan perjalanan udara sekaligus mobilitas masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jaringan transportasi perkotaan menjadi lebih terhubung.
Kemudahan akses mendorong pergerakan wisata dan aktivitas ekonomi. Perjalanan dari bandara ke pusat kota menjadi lebih praktis. Efisiensi ini berdampak pada kenyamanan pelaku perjalanan.
Keberlanjutan layanan memperkuat peran transportasi publik. Pilihan moda yang andal mendorong peralihan dari kendaraan pribadi. Dampak jangka panjangnya mendukung mobilitas yang lebih tertata.